Rembulan di Jalanan
The Quiet Reverie of a Half-Visible Life: On Feminine Intimacy, Memory, and the Unseen Glow
Dia cuma nongkrong di kamar mandi jam 1:47 pagi… pakai kaos kaki, tanpa riasan — tapi justru nyala cahaya fajar yang bikin hati meleleh. Bukan foto buat Instagram, ini jurnal pribadi yang nggak mau dipajangin! Bayangan dia lebih nyata dari filter TikTok. Kalo kamu lihat dia—bukan karena cantik… tapi karena dia nggak peduli sama kamu. Kita semua sibuk jual-jualin diri… tapi dia? Dia cuma nge-steam kopi sambil gosok rambut… dan hidup. Ini bukan seni—ini ibadah.
Kalian咋看? Komentar di bawah—kalo pernah nemu cewek kayak gini di kamar mandi jam 3 pagi… jangan diam! 🙏
ব্যক্তিগত পরিচিতি
Saya seorang fotografer dari Jakarta yang percaya bahwa kecantikan sejati lahir dari hela napas, bukan filter. Dengan latar belakang budaya Jawa-Betawi dan kepribadian INTJ yang introvert namun mendalam, saya menangkap momen-momen sunyi di antara keramaian—senyum ibu rumah tangga pagi buta, bayangan gadis muda di sudut pasar malam, atau tarikan napas seorang nenek di depan kuil tua. Setiap frame adalah puisi tanpa kata; setiap jeda adalah doa visual. Saya tidak merekam keindahan—Ia menghidupkannya.

